Jumat, 09 November 2012

Apakah semua kehidupan berasal dari leluhur yg sama ?


Pertanyaan
 4

Apakah
Semua Kehidupan Berasal dari Leluhur yang Sama?
Darwin mengira bahwa kalau ditelusuri, semua kehidupan memiliki leluhur yang sama. Ia membayangkan bahwa sejarah kehidupan di bumi mirip sebuah pohon yang sangat besar. Belakangan, yang lain percaya bahwa ”pohon kehidupan” ini awalnya adalah batang tunggal berupa sel-sel pertama yang sederhana. Spesies-spesies baru bercabang dari batang itu dan terus terbagi menjadi dahan-dahan, atau famili tumbuhan dan binatang, lalu menjadi ranting-ranting, yakni semua spesies dalam famili tumbuhan dan binatang yang hidup sekarang. Itukah yang sebenarnya terjadi?


Apa

yang dinyatakan banyak ilmuwan? Banyak yang memberikan kesan bahwa catatan fosil mendukung teori tersebut. Mereka juga menyatakan bahwa karena semua makhluk hidup menggunakan ”bahasa komputer”, atau DNA, yang sama, maka semua kehidupan pastilah berevolusi dari leluhur yang sama.

Apa

yang Alkitab katakan? Catatan dalam buku Kejadian menyatakan bahwa tumbuhan, makhluk laut, binatang darat, dan burung diciptakan ”menurut jenisnya”. (Kejadian 1:12, 20-25) Uraian ini membuka peluang adanya variasi dalam setiap ”jenis”, tetapi menyiratkan adanya batasan permanen yang memisahkan jenis-jenis itu. Dari kisah penciptaan dalam Alkitab, kita juga bisa mengantisipasi bahwa jenis-jenis makhluk baru dalam catatan fosil akan muncul secara tiba-tiba dan sudah terbentuk sepenuhnya.

Apa

yang tersingkap dari bukti-bukti? Apakah bukti yang ada mendukung uraian peristiwa menurut Alkitab, atau apakah Darwin yang benar? Apa yang tersingkap dari berbagai temuan selama 150 tahun terakhir?

POHON
DARWIN DITEBANG

Pada tahun-tahun belakangan ini, ilmuwan telah berhasil membandingkan kode-kode genetik dari puluhan organisme bersel tunggal serta tumbuhan dan binatang. Mereka berasumsi bahwa pembandingan tersebut akan meneguhkan adanya pencabangan dari ”pohon kehidupan” yang dikemukakan oleh Darwin. Namun, kenyataannya tidak demikian.

Apa yang tersingkap dari riset itu? Pada 1999, biolog Malcolm S. Gordon menulis, ”Kehidupan tampaknya memiliki banyak asal usul. Dasar pohon kehidupan universal tampaknya bukanlah akar tunggal.” Adakah bukti bahwa semua cabang utama kehidupan terhubung ke batang tunggal, seperti yang Darwin percayai? Gordon melanjutkan, ”Versi tradisional teori satu leluhur tampaknya tidak berlaku atas dunia-dunia [flora dan fauna] yang sekarang diakui. Itu agaknya tidak berlaku atas kebanyakan filum, mungkin malah semuanya, dan agaknya juga tidak berlaku atas banyak kelas dalam filum.”29

Hasil riset terbaru tetap saja bertentangan dengan teori Darwin tentang satu leluhur. Misalnya, pada 2009, sebuah artikel dalam majalah New Scientist mengutip kata-kata ilmuwan pendukung evolusi Eric Bapteste, ”Kita sama sekali tidak punya bukti bahwa pohon kehidupan itu benar-benar ada.”30 Artikel yang sama mengutip kata-kata biolog pendukung evolusi Michael Rose, ”Pohon kehidupan sedang dikubur secara senyap, kita semua tahu itu. Yang masih sulit diterima adalah bahwa seluruh pandangan fundamental kita tentang biologi perlu diubah juga.”31

BAGAIMANA
DENGAN CATATAN FOSIL?

Banyak ilmuwan menggunakan catatan fosil untuk mendukung gagasan bahwa kehidupan muncul dari satu sumber. Misalnya, mereka berargumen bahwa catatan fosil mendokumentasikan teori bahwa ikan menjadi amfibi dan reptilia menjadi mamalia. Namun, apa yang sebenarnya diperlihatkan oleh bukti fosil?

”Bukannya menemukan kehidupan yang muncul secara bertahap,” kata paleontolog pendukung evolusi, David M. Raup, ”apa yang sebenarnya ditemukan para geolog zaman Darwin dan sekarang adalah catatan yang sangat tidak merata atau tidak terpola; maksudnya, spesies dalam urutan itu muncul hampir seketika, hanya sedikit atau sama sekali tidak berubah selama eksistensinya dalam catatan itu, lalu tiba-tiba menghilang dari catatan.”32

Dalam kenyataannya, sebagian besar fosil menunjukkan kestabilan di antara berbagai jenis makhluk selama jangka waktu yang panjang. Bukti tidak memperlihatkan bahwa mereka berevolusi dari satu jenis menjadi jenis lain. Rancang tubuh yang unik muncul secara tiba-tiba. Ciri-ciri yang baru juga muncul secara tiba-tiba. Misalnya, kelelawar yang memiliki sonar dan sistem ekolokasi muncul tanpa ada kaitan yang jelas dengan leluhur yang lebih primitif.

Malah, dari antara semua divisi utama kehidupan binatang, lebih dari separuh tampaknya muncul dalam periode yang relatif singkat. Karena banyak bentuk kehidupan yang baru dan khas muncul secara mendadak dalam catatan fosil, para paleontolog menyebut periode ini ”ledakan Kambrium”. Kapan periode Kambrium itu?

Mari kita berasumsi bahwa perkiraan para peneliti itu akurat. Jika demikian, sejarah bumi dapat digambarkan sebagai garis waktu sepanjang lapangan sepak bola (1). Pada skala itu, berjalanlah sejauh kira-kira tujuh per delapan panjang lapangan dan Anda pun tiba di periode yang dinamakan Kambrium (2) oleh para paleontolog. Pada sepenggal kecil periode itu, divisi-divisi utama binatang bermunculan dalam catatan fosil. Seberapa tiba-tibakah pemunculan mereka? Seraya Anda meneruskan langkah Anda, semua makhluk yang berbeda itu bermunculan dalam rentang kurang dari satu langkah!

Munculnya beragam bentuk kehidupan ini dalam waktu yang relatif tiba-tiba membuat beberapa peneliti yang mendukung evolusi mempertanyakan versi tradisional teori Darwin. Misalnya, dalam suatu wawancara pada 2008, biolog pendukung evolusi Stuart Newman membahas perlunya teori evolusi yang baru untuk menjelaskan munculnya bentuk kehidupan yang baru secara tiba-tiba. Ia berkata, ”Mekanisme ala Darwin yang digunakan untuk menjelaskan semua perubahan evolusi, menurut saya, akan dianggap sekadar salah satu mekanisme—bahkan mungkin bukan yang terpenting untuk memahami makroevolusi, yakni evolusi transisi utama jenis-jenis tubuh.”33

”BUKTI”
YANG BERMASALAH

Namun, bagaimana dengan fosil yang digunakan untuk memperlihatkan bahwa ikan berubah menjadi amfibi, dan reptilia menjadi mamalia? Apakah fosil itu menyediakan bukti yang kuat tentang proses evolusi? Saat diteliti dengan lebih saksama, tampaklah beberapa problem.

Pertama, skala ukuran makhluk-makhluk dalam urutan reptilia-menjadi-mamalia adakalanya disalahgambarkan dalam buku pelajaran. Ukuran makhluk-makhluk itu sebenarnya tidak mirip, tetapi ada yang sangat besar dan ada yang kecil.

Kedua, tantangan yang lebih serius adalah tidak adanya bukti bahwa makhluk-makhluk itu entah bagaimana saling berkaitan. Berbagai spesimen yang ditempatkan dalam urutan itu umumnya hidup terpisah selama jutaan tahun, menurut perkiraan para peneliti. Mengenai rentang waktu yang memisahkan kebanyakan fosil ini, zoolog Henry Gee mengatakan, ”Interval waktu yang memisahkan fosil-fosil itu sedemikian panjangnya sehingga kita tidak dapat memastikan kaitan yang mungkin ada di antara mereka dari segi leluhur dan keturunan.”34

Sewaktu mengomentari fosil ikan dan amfibi, biolog Malcolm S. Gordon menyatakan bahwa fosil-fosil yang ditemukan hanya mewakili sejumlah kecil, ”malah mungkin tidak cocok untuk mewakili, sampel keragaman hayati yang ada dalam kelompok-kelompok itu pada periode tersebut”. Ia selanjutnya berkata, ”Kalau pun organisme yang spesifik itu memang relevan dengan perkembangan selanjutnya, mustahil mengetahui sejauh mana relevansinya, atau apa hubungan di antara mereka.”35

APA
SEBENARNYA ISI ”FILM” ITU?

Sebuah artikel yang diterbitkan dalam National Geographic pada 2004 mengibaratkan catatan fosil dengan ”film tentang evolusi yang 999 dari setiap 1.000 potongan gambarnya telah hilang di ruang penyuntingan”.36 Pikirkan implikasi ilustrasi itu.

Bayangkan Anda menemukan 100 potongan gambar dari sebuah film terkenal yang aslinya memiliki 100.000 potongan. Bagaimana Anda dapat menentukan alur ceritanya? Boleh jadi, Anda sudah punya gagasan sendiri, tetapi bagaimana jika hanya 5 dari 100 potongan itu yang dapat disusun untuk mendukung alur pilihan Anda, sedangkan 95 potongan lainnya mengisahkan cerita yang sangat berbeda? Apakah masuk akal untuk menegaskan bahwa gagasan Anda tentang film itu benar karena kelima potongan itu? Mungkinkah Anda yang menyusun kelima potongan itu sedemikian rupa agar cocok dengan teori Anda? Tidakkah lebih masuk akal untuk membiarkan ke-95 potongan lainnya memengaruhi opini Anda?

Apa kaitan ilustrasi itu dengan cara para evolusionis memandang catatan fosil? Selama bertahun-tahun, para peneliti tidak mengakui bahwa hampir semua fosil—ke-95 potongan film itu—memperlihatkan bahwa spesies hanya mengalami sangat sedikit perubahan seraya waktu berlalu. Mengapa mereka bungkam tentang bukti sepenting itu? Penulis Richard Morris mengatakan, ”Tampaknya para paleontolog telah menganut gagasan ortodoks tentang perubahan evolusi secara bertahap dan berkukuh padanya, sekalipun mereka menemukan bukti yang bertentangan. Mereka mencoba menafsirkan bukti fosil berdasarkan gagasan evolusi yang telah diterima.”37

Bagaimana dengan para evolusionis dewasa ini? Mungkinkah yang terjadi adalah mereka terus menyusun fosil itu sedemikian rupa, bukan karena urutannya didukung dengan kuat oleh sebagian besar fosil dan bukti genetik, melainkan karena hal itu selaras dengan gagasan evolusi yang diterima saat ini?

Bagaimana

menurut Anda? Kesimpulan mana yang paling cocok dengan bukti? Pertimbangkan fakta-fakta yang telah kita bahas sejauh ini.

Kehidupan pertama di bumi tidaklah ”sederhana”.

Peluang munculnya bahkan komponen sebuah sel secara kebetulan sangatlah kecil.

DNA, yakni ”program komputer”, atau kode, yang menjalankan sel, luar biasa kompleks dan membuktikan adanya kecerdasan karena jauh mengungguli program atau sistem penyimpanan informasi mana pun buatan manusia.

Riset genetika memperlihatkan bahwa kehidupan tidak berasal dari satu leluhur yang sama. Selain itu, kelompok-kelompok utama binatang muncul secara tiba-tiba dalam catatan fosil.


Berdasarkan fakta-fakta ini, apakah menurut Anda masuk akal untuk menyimpulkan bahwa bukti itu selaras dengan penjelasan Alkitab tentang asal mula kehidupan? Namun, banyak orang menegaskan bahwa sains sangat bertentangan dengan kata-kata Alkitab tentang penciptaan. Benarkah demikian? Apa yang sebenarnya Alkitab katakan?
[Catatan
Kaki]
Istilah biologi filum memaksudkan sekelompok besar binatang yang memiliki rancang tubuh yang sama dan khas. Salah satu cara ilmuwan mengklasifikasi semua makhluk hidup adalah dengan sistem tujuh-tahap, dan setiap tahap lebih spesifik daripada tahap sebelumnya. Tahap pertama adalah dunia (kingdom), kategori yang paling luas. Berikutnya filum, kelas, ordo, famili, genus, dan spesies. Misalnya, kuda dikategorikan sebagai berikut: dunia, Animalia; filum, Chordata; kelas, Mammalia; ordo, Perissodactyla; famili, Equidae; genus, Equus; spesies, Caballus.
Patut dicatat bahwa baik artikel New Scientist tersebut, Bapteste, maupun Rose tidak menyiratkan bahwa teori evolusi itu salah. Sebaliknya, maksud mereka adalah bahwa pohon kehidupan yang Darwin kemukakan itu, yang merupakan salah satu fondasi teorinya, tidak didukung oleh bukti. Ilmuwan seperti mereka masih mencari penjelasan lain seputar evolusi.
Henry Gee tidak menyiratkan bahwa teori evolusi salah. Melalui komentarnya, ia ingin menunjukkan bahwa apa yang dapat dipelajari dari catatan fosil itu terbatas.
Malcolm S. Gordon mendukung ajaran evolusi.
Sebagai contoh, lihat kotak ”Bagaimana dengan Evolusi Manusia?”

[Blurb
di hlm. 25]

”Mengambil sederetan fosil dan menyatakan bahwa itu membentuk suatu silsilah bukanlah hipotesis ilmiah yang dapat diuji, melainkan pernyataan yang kebenarannya sama dengan dongeng pengantar tidur—enak didengar dan mungkin menambah pengetahuan, tetapi tidak ilmiah.”—In Search of Deep Time—Beyond the Fossil Record to a New History of Life, oleh Henry Gee, hlm. 116-117

[Kotak
di hlm. 26]

RENUNGKANLAH
FAKTA-FAKTA INI




Fakta: Dua gagasan fundamental teori evolusi—bahwa kehidupan memiliki asal mula yang sama dan bahwa jenis-jenis tubuh baru yang utama muncul akibat akumulasi perubahan kecil secara perlahan—dibantah oleh para peneliti yang tidak mendukung kisah penciptaan dalam Alkitab.


Renungkan:
Mengingat perdebatan seputar gagasan dasar teori Darwin ini, apakah versinya tentang evolusi dapat dengan jujur disebut fakta ilmiah?




Fakta: Semua organisme hidup memiliki DNA, yakni ”bahasa komputer”, atau kode, yang rancangannya mirip untuk mengatur sebagian besar bentuk dan fungsi sel atau sel-sel mereka.


Renungkan:
Mungkinkah kemiripan ini disebabkan, bukan karena mereka memiliki leluhur yang sama, melainkan karena mereka memiliki Perancang yang sama?

[Kotak/Gambar
di hlm. 27-29]

Bagaimana
dengan Evolusi Manusia?




Carilah topik tentang evolusi manusia di banyak buku pelajaran dan ensiklopedia dan Anda akan melihat sederetan gambar—diawali dengan gambar makhluk bungkuk mirip kera lalu diikuti oleh makhluk-makhluk yang posturnya semakin tegak dan kepalanya semakin besar hingga akhirnya gambar manusia modern. Gambar-gambar seperti itu serta laporan media yang sensasional tentang ditemukannya ”mata rantai yang hilang” memberikan kesan adanya banyak bukti bahwa manusia berevolusi dari makhluk mirip kera. Apakah pernyataan itu didasarkan atas bukti yang kuat? Perhatikan apa kata para peneliti yang mendukung evolusi tentang topik-topik berikut.


APA
YANG SEBENARNYA DIPERLIHATKAN OLEH BUKTI FOSIL




Fakta: Pada awal abad ke-20, hanya dibutuhkan sebuah meja biliar guna menggelar semua fosil yang digunakan untuk mendukung teori bahwa manusia dan kera berevolusi dari leluhur yang sama. Sejak itu, jumlah fosil yang digunakan untuk mendukung teori tersebut telah bertambah. Sekarang, fosil-fosil itu konon dapat memenuhi satu gerbong kereta barang.38 Akan tetapi, sebagian besar fosil itu hanya berupa potongan tulang yang terpisah-pisah dan gigi yang tidak lengkap. Tengkorak utuh—apalagi kerangka tubuh yang lengkap—sangat langka.39


Pertanyaan:
Apakah bertambahnya jumlah fosil yang dianggap membentuk ”pohon keluarga” manusia telah menuntaskan perdebatan di kalangan pakar evolusi mengenai kapan dan bagaimana manusia berevolusi dari makhluk mirip kera?

Jawaban:
Tidak, justru sebaliknya. Mengenai pengklasifikasian fosil-fosil ini, Robin Derricourt dari University of New South Wales, Australia, menulis pada 2009, ”Mungkin satu-satunya konsensus saat ini adalah tidak ada konsensus.”40 Pada 2007, jurnal sains Nature menerbitkan artikel dari para penemu sebuah fosil yang dianggap rantai lain dalam pohon evolusi, yang mengatakan bahwa tidak ada yang diketahui tentang kapan atau bagaimana garis keturunan manusia sebenarnya muncul dari garis keturunan kera.41 Gyula Gyenis, seorang peneliti di Departemen Antropologi Biologi, Eötvös Loránd University, Hungaria, menulis pada 2002, ”Pengklasifikasian dan penempatan fosil-fosil hominid dalam perkembangan evolusinya senantiasa diperdebatkan.” Penulis ini juga menyatakan bahwa bukti fosil yang terkumpul sejauh ini tidak membantu kita mengetahui kapan, di mana, atau bagaimana persisnya manusia berevolusi dari makhluk mirip kera.42

PENGUMUMAN
DITEMUKANNYA ”MATA RANTAI YANG HILANG”




Fakta: Media sering menggembar-gemborkan pengumuman tentang ditemukannya lagi ”mata rantai yang hilang”. Contohnya pada 2009, fosil yang dijuluki Ida diperkenalkan dengan ”gegap gempita bak bintang musik rock”, kata sebuah jurnal.43 Publisitasnya antara lain kepala berita berikut ini dalam surat kabar The Guardian dari Inggris, ”Fosil Ida: Temuan Luar Biasa Ini Adalah ’Mata Rantai yang Hilang’ dalam Evolusi Manusia”.44 Tetapi, hanya beberapa hari kemudian, jurnal sains New Scientist dari Inggris mengatakan, ”Ida bukan ’mata rantai yang hilang’ dalam evolusi manusia.”45


Pertanyaan:
Mengapa media senang menggembar-gemborkan setiap temuan baru ”mata rantai yang hilang”, sedangkan disingkirkannya fosil itu dari ”pohon keluarga” jarang disebut-sebut?

Jawaban:
Mengenai para penemu fosil-fosil itu, Robin Derricourt, yang dikutip sebelumnya, mengatakan, ”Ketua suatu tim riset mungkin perlu melebih-lebihkan keunikan suatu ’temuan’ dan mendramatisasinya guna memikat sumber dana riset dari luar akademi konvensional, dan mereka pasti dianjurkan untuk melakukannya oleh media cetak dan elektronik, yang memang mencari cerita yang dramatis.”46

LUKISAN
DAN MODEL MANUSIA-KERA DI BUKU PELAJARAN




Fakta: Dalam buku pelajaran dan di museum, ”leluhur” manusia sering kali digambarkan memiliki raut wajah, warna kulit, dan jumlah rambut atau bulu yang spesifik. ”Leluhur” yang lebih awal biasanya ditampilkan mirip monyet dan yang konon lebih mendekati manusia memiliki raut wajah, warna kulit, dan rambut yang lebih mirip manusia.


Pertanyaan:
Benarkah ilmuwan dapat merekonstruksi ciri-ciri itu secara akurat berdasarkan fosil-fosil yang ditemukan?

Jawaban:
Tidak. Pada 2003, pakar forensik Carl N. Stephan, yang bekerja di Departemen Ilmu Anatomi, The University of Adelaide, Australia, menulis, ”Wajah para leluhur manusia masa awal tidak dapat dikonstruksi atau diuji secara objektif.” Menurutnya, upaya-upaya untuk melakukan hal itu berdasarkan ciri-ciri kera modern ”kemungkinan besar sangat bersifat sepihak, sama sekali tidak akurat, dan tidak berdasar”. Kesimpulannya? ”Segala bentuk ’rekonstruksi’ wajah hominid masa awal kemungkinan besar menyesatkan.”47

MENENTUKAN
KECERDASAN BERDASARKAN UKURAN OTAK




Fakta: Ukuran otak ”leluhur” manusia adalah salah satu cara utama para evolusionis menentukan seberapa dekat atau jauh kekerabatan makhluk itu dengan manusia.


Pertanyaan:
Apakah ukuran otak dapat diandalkan untuk menentukan kecerdasan?

Jawaban:
Tidak. Sekelompok peneliti yang menggunakan ukuran otak untuk berspekulasi tentang makhluk mana yang sudah punah yang lebih dekat kekerabatannya dengan manusia mengakui bahwa sewaktu melakukannya mereka ”sering kali merasa bimbang”.48 Mengapa? Perhatikan pernyataan pada 2008 dalam Scientific American Mind, ”Para ilmuwan telah gagal menemukan korelasi antara besar kecilnya otak dan kecerdasan pada manusia dan spesies binatang lainnya. Mereka juga belum sanggup memahami kesejajaran antara kecerdasan dan ukuran area tertentu pada otak atau ada tidaknya area itu, mungkin dengan perkecualian area Broca, yang mengatur tutur kata pada manusia.”49

Bagaimana
menurut Anda? Mengapa ilmuwan mengurutkan fosil-fosil dalam rantai ”kera-menjadi-manusia” berdasarkan ukuran otak padahal itu bukan patokan yang andal untuk menentukan kecerdasan? Apakah mereka sengaja mencocok-cocokkan bukti yang ada dengan teori mereka? Dan, mengapa para peneliti masih saja berdebat tentang fosil mana yang harus dimasukkan dalam ”pohon keluarga” manusia? Mungkinkah fosil-fosil yang mereka teliti hanyalah jenis kera yang sudah punah, tidak lebih dari itu?




Namun, bagaimana dengan fosil mirip manusia yang disebut Neanderthal, yang sering dijadikan bukti adanya sejenis manusia-kera? Para peneliti mulai berubah pendapat tentang siapa sebenarnya mereka ini. Pada 2009, Milford H. Wolpoff menulis dalam American Journal of Physical Anthropology bahwa ”Neanderthal bisa jadi adalah ras manusia tulen”.50




Para pengamat yang jujur tidak sulit menyadari bahwa ego, uang, dan kebutuhan akan perhatian media memengaruhi caranya ”bukti” tentang evolusi manusia ditampilkan. Apakah Anda mau memercayai bukti semacam itu?


APA
YANG SALAH DENGAN GAMBAR INI?

Gambar-gambar seperti ini didasarkan atas pendapat sepihak dan asumsi para peneliti dan seniman, bukan fakta.51

Sebagian besar gambar tersebut dibuat berdasarkan potongan tengkorak atau gigi yang tidak lengkap. Tengkorak utuh, apalagi kerangka tubuh yang lengkap, sangat langka.

Tidak ada konsensus di antara para peneliti tentang pengklasifikasian fosil berbagai makhluk.

Seniman tidak dapat dengan akurat merekonstruksi raut wajah, warna kulit, dan rambut atau bulu dari makhluk-makhluk yang sudah punah ini.

Sewaktu menyusun urutan evolusi manusia modern, setiap makhluk ditempatkan berdasarkan ukuran tempurung otaknya. Hal ini dilakukan sekalipun ukuran otak terbukti tidak dapat diandalkan untuk menentukan kecerdasan.


[Catatan
Kaki]

Catatan: Semua peneliti yang kata-katanya dikutip di sini tidak memercayai ajaran Alkitab tentang penciptaan. Semuanya penganut ajaran evolusi.

Menurut para peneliti yang mendukung evolusi, istilah ”hominid” mencakup keluarga manusia dan spesies prasejarah yang mirip manusia.

[Diagram
di hlm. 22]

(Untuk keterangan lengkap, lihat publikasinya)

AWAL WAKTU


→→→→ ”LEDAKAN SEKARANG


SEJARAH BUMI KAMBRIUM”




1 2


[Diagram
di hlm. 24]

(Untuk keterangan lengkap, lihat publikasinya)

Mengapa beberapa buku pelajaran memodifikasi skala fosil-fosil yang menurut mereka berurutan?

DALAM BEBERAPA BUKU PELAJARAN

SKALA UKURAN SEBENARNYA

[Diagram
di hlm. 25]

(Untuk keterangan lengkap, lihat publikasinya)

Garis titik-titik memperlihatkan hubungan yang diperkirakan
Ikan tidak berahang
Ikan perisai berahang (punah)
Ikan bertulang rawan
Ikan bertulang sejati
Amfibi
Reptilia
Burung

Mamalia

PERIODE WAKTU GEOLOGIS


→→→→


Bukti fosil yang aktual memperlihatkan tidak adanya hubungan
Ikan tidak berahang
Ikan perisai berahang (punah)
Ikan bertulang rawan
Ikan bertulang sejati
Amfibi
Reptilia
Burung
Mamalia

[Gambar
di hlm. 26]

Jika ”95 potongan” dari catatan fosil memperlihatkan bahwa binatang tidak berevolusi dari satu jenis menjadi jenis lain, mengapa para paleontolog menyusun ”5 potongan” yang tersisa untuk menyiratkan bahwa itulah yang terjadi?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar