Kamis, 01 November 2012

Daun sirsak dan kandungan zat aktive.







“Research has indicated, albeit ´in vitro´, that several of the active ingredients (Annonaceous acetogenins) kill malignant cells of 12 different types of cancer including breast, ovarian, colon, prostate, liver, lung, pancreatic and lymphoma.
Originally listed by the National Cancer Institute in the USA in 1976, it was not until 1995 that work gained any momentum. Recently this has confirmed that extracts from Graviola leaves (daun sirsak) killed cancer cells ´among six human-cell lines´ and were especially effective against prostate and pancreatic cancers. Another study showed their effect against lung cancer.










The most recent study by the Catholic University in South Korea has shown that the active ingredients have ´selective cytoxicity´ comparable with Adriamycin, a drug historically used for breast and colon cancer.
A further study published in the Journal of Natural Products claimed Graviola was 10,000 times more effective; a third study from South Korea showed that, unlike Adriamycin, there was no negative activity on healthy cells; whilst a fourth study from Purdue (1997) stated that many cancer cells which survive classic chemotherapy by developing resistance to chemicals, were attacked none-the-less by the Graviola agents.
Dr Jerry McLaughlin, Purdue´s lead researcher says that many cancer cells, over time, develop a P-glycoprotein pump to expel the chemotherapy agent before it can work. However Annona chemicals bypass this and kill the cancer cell. Dr McLaughlin has a number of videos published on the web about his findings.
All in all, Purdue researchers have found dramatic activity against worms, some viruses, fungi and many cancer cell lines.
There is also research (Roman G; Curr. Op. Neurology 1998; 11:539) that Graviola can stimulate seratonin receptors. This may provide anti-depressive benefits.”–> (Anti stres dan Depresi).
Referensi lainnya :
Kandungan senyawa kimia tumbuh-tumbuhan (phytokimia) didalam daun sirsak yang utama adalah alkaloida yang dikenal dengan nama acetogenin, didalamnya ada kurang lebih 60 jenis senyawa alkaloida dan sedikitnya 13 senyawa alkaloida yang memiliki daya bunuh terhadap sel-sel kanker, bahkan sel-sel kanker yang sudah kebal terhadap obat kemoterapi modern (multi drug resistence/MDR), antara lain seperti Adriamicyn, Vinblastin dan Vincristin.
Daya bunuh acetogenin terhadap sel kanker dari hasil penelitian universitas Purdue, West Lafayete, Indiana, USA, pada tahun 1997 menemukan bahwa senyawa acetogenin adalah penghambat yang kuat proses reaksi enzimatis di dalam membran sel kanker dengan cara memblokir sumber energinya yaitu ATP (Adenosine Triphosphate) hingga sel-sel kanker mati.
Pada tahun 2002 Peneliti Jepang mengemukakan, acetogenin dalam daun sirsak dalam percobaannya mampu membunuh sel-sel kanker paru-paru, daya bunuhnya lebih baik dari kemoterapi.
Pada tahun 2003 hasil penelitian di Taiwan mengemukakan acetogenin dalam daun sirsak sangat mematikan bagi sel-sel kanker ovarium, serviks, payudara, bladder dan kulit, walaupun dengan dosis yang sangat kecil.
Terapi yang menggunakan senyawa-senyawa fitokimia yang diarahkan untuk melawan sel-sel kanker dan tidak meracuni sel-sel yang sehat sehingga dapat diberikan secara terus-menerus pada penderita kanker disebut dengan terapi metronomik.
Pemberian obat secara terus menerus (Metoda Metronomik) memiliki efek mengurangi sel-sel kanker secara bertahap. Pada waktu yang sama obat tersebut menganggu pembetukan pembuluh darah baru pada sel kanker. Pendekatan metronomic dapat menjaga agar tumor tetap berada dalam kondisi tidur sehingga menghambat kemunculannya kembali.
( Richad Bileveau, PPh.D & Denis Gingras, Ph.D; 11 makanan ampuh pencegah kanker, terbitan PT Gramedia )
Teh Graviola yang berasal dari daun graviola atau sirsak mengandung zat aktif annonaceous acetogenin. Zat ini menurut penelitian adalah senyawa kuat anti tumor berdasarkan penelitian. Menurut the journal of natural product bahwa annonaceous acetogenin memberikan harapan baru bagi penderita kanker, senyawa tersebut secara selektif mampu membedakan sel sehat dan sel yang sakit. Secara singkat metode annonaceous acetogenin dalam melawan sel kanker adalah berikut :
acetogenin menganggu perkembanga n sel kanker dengan cara mengurangi jumlah ATP yang dibutuhkan oleh sel kanker.acetogenin masuk dan menempel pada diding sel, lalu masuk kedalam sel dan merusak ATP didinding mitokondria. Sel kanker butuh banyak energi untuk berkembang sehingga akan mati bila ATP sebagai sumber energinya dihambat.( Prof. Soelaksono Sastrodiharjo, Trubus 494-Januari 2011/XLII)
Referensi lainnya:
1. Amerika Serikat: Jerry L Mc Laughlin dari Sekolah Farmasi Purdue of University pada 1998 menemukan senyawa acetoginin dari sirsak: muricoreasin dan murihexocin. Keduanya bersifat sitotoksik pada sel tumor PC-3, sel kanker prostat dan PACA-2, sel kanker pankreas. Acetoginin itu 10.000 kali lebih kuat dari adriamycin, obat kemoterapi.
2. Afrika Selatan: Stephen O Adewole dan John A O Ojewole dari Departemen Farmakologi, Sekolah Farmasi dan Farmakologi, Fakultas Ilmu Kesehatan University of KwaZulu-Natal, Durban, Afrika Selatan, pada 2008, melaporkan sirsak menurunkan total kolesterol, trigliserida, dan low density lipoprotein (LDL) pada tikus percobaan. Sirsak juga memperbaiki kondisi jaringan hati tikus.
3. Nigeria : Adeyemi DO dari Obafemi Awolowo University, Ile Ife, Nigeria mempublikasikan pada 2008, sirsak menurunkan gula darah tikus.
4. Jepang : Periset di sekolah farmasi osaka university, Naoto Kojima, berhasil mensintesis senyawa annonaceous acetogenins yang bersifat antitumor. Selain itu Kojima juga mensintesis senyawa murisolin yang menunjukan aktivitas sitotoksik pada sel tumor manusia dengan potensi antara 105-106 kali adriamycin.
5. Taiwan : Chang Fr dan Wu YC dari Graduate Institute of Natural Product, Khaohsiung Medical University, sukses mengisolasi 7 senyawa kelompok annonaceous acetogenins dari sirsak. Senyawa itu menunjukkan efek sitotoksik selektif pada sel hepatoma manusia secara in vitro.
6. India : Daun sirsak memiliki aktivitas antioksidan potensial secara invitro dibanding daun srikaya A. squamosa dan daun mulwo A. recitulata. Itu hasil penelitian Rbaskar, V Rajeswari, dan Santish Kuma dari Departemen Bio Teknologi, Kumaraguru College of Technlogy.
 
7. Peru : Periset dari Fakultas Kedokteran Universidad National Mayor de Sn Marcos di Lima Peru, meriset muricin H (senyawa kelompok acetogenin dari sirsak) terbukti memiliki aktivitas sitotoksik selektif karena menunjukan aktivitas sitotoksik lebih besar pada sel H460 (sel kanker paru-paru) dan efek sitotoksik lebih kecil pada sel 3T3 (sel fibroblast tikus).http://tehcelupdaunsirsak.com/2012/09/06/teh-celup-daun-sirsak/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar